Kamis, 11 Agustus 2011
Selasa, 12 Juli 2011
Sekolah Favorite Tidak Tembus. Apa Kata Dunia?
Setelah selesai liburan semesteran. Kemacetan kembali mendera ibukota. Kegiatan sekolah mulai lagi. Siswa baru di sekolah baru mulai mulai bersosialiasi dengan teman baru, beradaptasi dengan lingkungan baru. Gelak tawa canda ria mewarnai sosialisasi mereka. Bangga dapat diterima disekolah Favorite yang peminatnya berjibun.
Siswa yang diterima disekolah tersebut masih menyisakan tanda tanya. Mereka masuk disana apakah sesuai dengan keinginan mereka atau keinginan orang tua? Bila jawaban itu atas keinginan mereka permasalahan tidak ada, bila atas arahan orang tua harus ke Sekolah Favorite ini yang menjadi problem.
Orang tua memang selalu menginkan anaknya dapat pengajaran yang baik, dimana sekolahnya punya reputasi baik dengan sederatan penghargaan. Kebanggan tersendiri bila anak bagian dari sekolah tersebut. Manusiawi toh.
Bagi Siswa yang tidak berpeluang mendapat jatah di sekolah Favorite karena keterbatasan nilai. Coba berfikir jernih dan menelah sedikit bila nyangkut di Sekolah Non Favorite.
1. Ranking 11 Keatas - Non Prestasi.
Berkumpulnya Siswa bernilai Unggul di sekolah Favorite dari berbagai latar belakang sumber sekolah yang berbeda tentu kandungan qualitas berbeda. Waktu yang menentukan murid dari sumber sekolah mana yang menonjol dan berkembang. Hasil pencapaian pendahuluan ini akan terlihat di semester pertama. Ketika menerima catatan nilai (rapor) walaupun nilai rata rata tinggi dan Lumayan bila diluar Ranking 10 sama saja Non berPrestasi. Inilah yang membuat tertekan.
Disekolah Non Favorite dengan berprestasi Sedang dikumpulan berprestasi Paspasan Rangking 10 besar merupakan prestasi yang besar. Hal ini akan melecut Motivasi dan memantapkan Kepercayaan Diri.
2. Team yang Rapuh.
Kerjasama dari siswa bernilai Unggul sering mengalami kegoyahan. Individu akan saling bersaing menggolkan keakuannya. Setiap pertanyaan yang diajukan oleh anggota kelompok kepada ketua team maupun panelis dianggap menguji kemampuan. Panelis yang memberikan keterangan kepada angggota seakan tidak mendengarkan karena merasa gengsi.
Disekolah Non Favorite. Bahwa yang berprestasi Paspasan meminta keterangan jawaban kepada Ketua Team yang berprestasi Sedang akan memberikan jawaban yang tepat karena yang meminta sifatnya tulus dan ingin mengetahui. Maka kerja team lebih kokoh dan kompak.
3. Komunikasi yang tersendat.
Dikumpulan siswa bernilai unggul berkomunikasi secara lisan kurang mengalir. Karena keengganan meminta dan menerima keterangan. Memuaskan keingin tahuan adalah dengan membaca berbagai literatur ataupun browsing internet. Alhasil untuk berkomunikasi lisan sering tersendat pilu.
Disekolah Non Favorite keadaan siswa yang senasib komunikasi lisan mereka lebih lancar karena permintaan yang tulus terhadap ketidak tahuan, tidak enggan meminta dan si Siswa Sedang akan mengajar mereka dengan senang hati. Komunikasi akan mengalir dengan adanya sesi tersebut
Apa yang dapat dipetik dari keterangan tersebut bahwa Siswa berprestasi Sedang akan lebih Bersemangat, lebih Percaya Diri, lebih Anteng daripada Siswa berprestasi Unggul di Sekolah Favorite walapun di Ranking Pertama. Wajah lebih berseri tidak tertekan kompetisi dengan atribut ke ’unggulan’.
Wah ini tulisan ada ada, ngaco, main benarkan aja. Hanya pelipur lara doang. Lalu apa kata Siswa Sekolah Favorite pasti bilang ’ Iri Tanda Tak Mampu; Sadar Oi. Biarkan saja, itu Bukan Kata Dunia. Waktu yang menentukan.
Tidakkan lebih baik jadi Kapten di lingkungan kopral Kecamatan daripada Brig–May-Let-Jen di Mabes. Disana masih ada Jenderal. Betul.Betul.Betul.
Langganan:
Postingan (Atom)




